(Contoh Kebenaran Prakmatis) Ilmu yang dulu berguna dan sekarang tidak berguna??

March 10th, 2009

untuk menjawab pertanyaan diatas. menurut kami adalah ilmu gaib. kenapa dulu ilmu ini dianggap berguna?? alasannya adalah karena dahulu masih sedikit orang yang mengetahui tentang ilmu pengetahuan, sehingga praktik perdukunan pun banyak ditemui di daerah-daerah. tetapi sekarang setelah zaman berkembang ilmu-ilmu seperti ini pun ditinggalkan.

Nah Bisa dilihat macam-macam ilmu Gaib yang berkembang di indonesia.  Macam-macam Ilmu Gaib

macam-macam ilmu pengetahuan yang berkembang. Macam Ilmu

=====================================================================

Anggota Kelompok :

1. Arifin Budi Susanto ( 205115314 )

2. Soni Gunawan         ( 205115424 )

Contoh Kebenaran Prakmatis

February 26th, 2009  Tagged

Carilah sebuah pernyataan ilmu yang belum punya kegunaan dalam kehidupan nyata??

Aksiologi ilmu pengetahuan modern yang dibingkai semangat pragmatis-materialis ini telah menyebabkan berbagai krisis lingkungan hidup, mulai dari efek rumah kaca akibat akumulasi berlebihan CO2, pecahnya lapisan ozon akibat penggunaan freon berlebihan, penyakit minimata akibat limbah methylmercury hingga bahaya nuklir akibat persaingan kekuasaan antar negara. Ketiadaan nilai dalam ilmu pengetahuan modern yang menjadikan sains untuk sains, bahkan sains adalah segalanya, telah mengakibatkan krisis kemanusiaan. Krisis lingkungan dan kemanusiaan, mulai dari genetic engineering hingga foules solitaire (kesepian dalam keramaian, penderitaan dalam kemelimpahan). Manusia telah tercerabut dari aspek-aspek utuhnya, cinta, kehangatan, kekerabatan, dan ketenangan. Kedua krisis global ini telah menghantui sebagian besar lingkungan dan masyarakat modern yang materialis-pragmatis. dikutip dari http://www.kabarindonesia.com/berita.php?pil=13&jd=Teori%96teori+Kebenaran+Dalam+Ilmu+Pengetahuan&dn=20080702084806

Sumber lain yang menjelaskan tentang aksiologi :

http://id.wikipedia.org/wiki/Aksiologi

Nah, kebenaran pragmatis menurut kelompok kami adalah kebenaran yang akan menjadi benar kalo menguntungkan segala aspek kehidupan manusia. contoh aspek kehidupan seperti :

  1. perdagangan
  2. sosial budaya
  3. spiritual

SEKILAS TENTANG WILLIAM JAMES: PRAGMATISM

Alasan ditulis ulang karena di link web nya tulisannya berwarna putih. jadi jika ingin membaca harus memblock terlibih dahulu

Tulisan berikut ini akan mengulas pemikiran William James secara singkat dan padat. Namun, dari seluruh pemikirannya, hanya dua hal yang akan kami bahas, yaitu mengenai konsep kebenaran pragmatis dan psikologi agama. Sebelum membahas kedua materi tersebut, perlu kita ketahui terlebih dahulu latar belakang kehidupan James dan pragmatisme secara umum. Kemudian, tulisan ini akan ditutup dengan sedikit catatan kritis dari penulis.

1.Latar Belakang William James dan Definisi Pragmatisme

William James lahir di New York pada 1842. Sejak 1872 hingga 1907, ia menuntut ilmu di Harvard. Pada mulanya James mempelajari fisiologi, kemudian beralih ke psikologi, dan terakhir filsafat. Pragmatisme William James memiliki pengaruh yang cukup dominan dalam filsafat pragmatisme, yang merupakan pemikiran khas Amerika. Karya-karya William James antara lain Pragmatism, The Will to Believe, The Varietis of Religion Experience, The Meaning of Truth, dan beberapa karya lainnya.

Seperti telah disinggung sebelumnya, pragmatisme merupakan sebuah gerakan pemikiran yang khas Amerika. Nama pragmatisme berasal dari kata Yunani pragma yang berarti tindakan. Hal ini sesuai dengan pola pemikiran pragmatisme sendiri, yang menitikberatkan pada tindakan manusia. Pada dasarnya pragmatisme lebih menekankan kepada metode dan pendirian daripada suatu filsafat sistematis, yaitu suatu metode penyelidikan eksperimental yang diterapkan dalam berbagai bidang kehidupan.Salah satu pelopor pragmatisme adalah Charles S. Peirce.

2.Konsep Kebenaran Pragmatis

Mengenai kebenaran, ada satu kalimat dari William James yang cukup padat dalam menggambarkannya, yaitu “truth happens to an idea[1]. Berbeda dengan konsepsi tradisional mengenai kebenaran yang memandang kebenaran sebagai sesuatu yang pasti dan tetap, James meyakini bahwa kebenaran itu terjadi pada suatu gagasan. Dalam hal ini, kebenaran dipahami sebagai sesuatu yang dinamis. Maka kebenaran suatu gagasan tidaklah dikatakan sebagai “benar”, melainkan “menjadi benar”. Hal ini ditakar dari efek-efek praktis dan tindakan yang mengikuti gagasan tersebut.

Sebuah gagasan dinilai benar, jika mengarahkan manusia pada suksesnya suatu tindakan. Dengan kata lain, jika gagasan itu mengarahkan kita pada tindakan yang membawa manfaat. Bagi James, benar dan bermanfaat merupakan satu hal yang sama. You can say of it then either that ‘it is useful because it is true’ or that ‘it is true because it is useful’[2]. Hal ini berkaitan dengan verifikasi yang dikenakan kepada suatu gagasan untuk menguji apakah gagasan itu benar atau tidak.

Secara sederhana, proses verifikasi terhadap suatu gagasan dapat dipahami dengan dua cara pandang, yaitu prospektif dan retrospektif. Secara prospektif, gagasan itu benar jika mengarahkan kita untuk melakukan suatu tindakan. Dalam hal ini, proses verifikasi dimulai, dan gagasan tersebut memiliki kemungkinan untuk terbukti benar. Secara retrospektif, proses verifikasi telah mencapai hasilnya. Jika hasil tersebut bermanfaat, maka gagasan tadi merupakan gagasan yang benar. Lebih lanjut William James menyatakan bahwa “True is the name for whatever idea starts the verification-process, useful is the name for its completed function in experience[3]. Dari penjelasan ini terlihat bahwa bagi William James, isi dari sebuah gagasan atau ungkapan tidaklah penting, sepanjang gagasan tersebut mengarahkan kita untuk melakukan suatu tindakan yang akan membuahkan kesuksesan.

Terlihat pula bahwa bagi James, kemauan mendahului kebenaran, di mana kemauan itu disertai dengan kehendak untuk percaya. Hal ini dikarenakan kebenaran merupakan sesuatu yang diaktualisasikan oleh manusia kepada gagasan tertentu yang ia jadikan pedoman untuk tindakannya.

3.Psikologi Agama dalam Cara Pandang Pragmatisme

Para pemikir yang membahas religiousitas dan spiritualitas manusia selalu berusaha menunjukkan keberadaan Tuhan dengan berbagai argumen rasional. Namun, bagi pragmatisme, pertanyaan yang lebih mendasar adalah apakah kegunaan dari kepercayaan kita terhadap adanya Tuhan?

Gagasan mengenai adanya Tuhan dan kepercayaan terhadap agama merupakan gagasan yang benar jika memiliki efek-efek praktis. Tindakan manusialah yang akan membuktikan apakah keyakinannya terhadap Tuhan merupakan suatu kebenaran. Dalam hal ini, keyakinan kita kepada Tuhan dan agama memang diperlukan, karena dengan keyakinan tersebut manusia akan memiliki ketenangan dalam menghadapi kehidupannya. Dengan ketenangan itulah ia akan bisa melakukan tindakan-tindakan yang berguna dengan cara yang “benar”. Doktrin-doktrin agama benar, jika perbuatan para penganutnya sesuai dengan doktrin tersebut dan terarah pada suatu kesuksesan dalam bertindak.

4.Kesimpulan dan Catatan Kritis

Pragmatisme William James menawarkan sebuah konsep baru dalam memandang kebenaran. Ia menolak kebenaran sebagai sesuatu yang sifatnya statis, yang dikandung oleh suatu gagasan. Hal ini menimbulkan implikasi, bahwa kebenaran tidak bersifat mutlak, melainkan berubah-ubah. Pandangan ini juga mengarahkan cara pandang kita untuk menganggap gagasan-gagasan hanya sebagai instrumen atau alat untuk mencapai maksud dan tujuan kita. Dengan demikian, motivasi subjeklah yang akan menentukan kebenaran suatu gagasan.

Pemikiran William James di bidang psikologi agama juga menyanggah pandangan-pandangan tradisional terhadap agama. Bahwa agama merupakan sesuatu yang objektif, disanggah dengan pemikiran yang juga menginstrumentalisasikan agama. Dengan demikian, konsep mengenai Tuhan yang otonom dan Mahakuasa juga tertolak. Oleh karena keyakinan kepada Tuhan juga dipandang sebagai alat semata-mata untuk meraih tujuan yang lain.

Sumber Bacaan:

James, William. Pragmatisme: and Four Essays from The Meaning of Truth. New York: Meridian Book, 1959.

Kattsoff, Louis O. Pengantar Filsafat. Yogyakarta: Tiara Wacana, 2004.

Titus, Harold H., Marilyn S. Smith, dan Richard T. Nolan. Persoalan-Persoalan Filsafat. Terj. Prof. Dr. H. M. Rasjidi. Jakarta: Bulan Bintang, 1984.


[1] William James, Pragmatism: and Four Essays from The Meaning of Truth, (New York: Meridian Books, 1959) hlm. 133.

[2] Ibid. hlm. 135

[3] Ibid. hlm. 135

=====================================================================

Anggota Kelompok :

1. Arifin Budi Susanto ( 205115314 )

2. Soni Gunawan         ( 205115424 )

Carilah dasarnya apa ilmu komputer dari ilmu elektro??

February 18th, 2009  Tagged ,

Jawabannya ya, alasannya apa saya menjawab?? karena sumbernya terdapat di sini.

ini kutipan dari wikipedia.

Ilmu Komputer mempelajari apa yang bisa dilakukan oleh beberapa program, dan apa yang tidak (komputabilitas dan intelegensia buatan), bagaimana program itu harus mengevaluasi suatu hasil (algoritma), bagaimana program harus menyimpan dan mengambil bit tertentu dari suatu informasi (struktur data), dan bagaimana program dan pengguna berkomunikasi (antarmuka pengguna dan bahasa pemrograman).
Ilmu komputer berakar dari elektronika, matematika dan linguistik. Dalam tiga dekade terakhir dari abad 20, ilmu komputer telah menjadi suatu disiplin ilmu baru dan telah mengembangkan metode dan istilah sendiri.

Lalu apa perkembangan dari ilmu komputer pada jaman saat ini?? maju banget… buktinya super komputer DEEP BLUE yang mengalahkan grand masther catur kasparov.

Sebetulnya apa si komputer itu(wujudnya)???

February 17th, 2009  Tagged

Dari pertanyaan diatas bisa dijawab bahwa wujud dari komputer itu adalah alat-alat elektronik yang berkerja sangat cepat, tanpa mengenal lelah dan hasil akuratnya 100%. Dari hasil jawabanku di atas, kita bisa memecah menjadi beberapa bagian de…

alat-alat elektronik di komputer itu apa aja?? hmm banyak… ni aku sebutkan beberapa

  1. CPU(Central Processing Unit)
  2. Harddisk
  3. RAM(Random Access Memory)
  4. Motherboard

nah sekarang apa itu CPU?? wah2 ni alat penting banget lo… kenapa komputer bisa berpikir pun karena alat ini juga. Fungsi nya sudah jelas… sebagai proses data. Nah kalo harddisk sebagai tempat menyimpan data, RAM sebagai tempat menyimpan hasil proses dari processor, motherboar sebagai tempat berkumpulnya alat seperti tadi dalam tempatnya masing-masing. Nah alat-alat yang lain bagaimana?? banyak, tapi tidak disebutkan disini.

kenapa jawabannya di atas terdapat kata -kata berkerja sangat cepat, tanpa mengenal lelah dan hasil akuratnya 100%. itu adalah siftat dari mesin, berbeda dengan manusia yang memerlukan isthirahat, bisa salah dan bekerja dengan lambat.

Benarkah Komputer bisa berpikir??

February 14th, 2009  Tagged ,

Dari pertanyaan diatas. menurutku jawabannya Ya, komputer dapat berpikir tetapi dengan syarat-syarat yang harus ada. Misal syarat nya seperti Komputer tersebut terdapat AI(Artificial Intelligence) .  Lalu mana buktinya?? buktinya adalah Deep Blue. pengen tau lebih banyak tentang deep blue lihat link ini.

Setelah browsing ternyata dapat info dari wikipedia tentang kecerdasan buatan. lalu bagaimana dengan cara pembuatan AI itu?? sedikit gambaran saja, AI dibuat memakai algoritma yang mempunyai harus merubah data yang ada menjadi informasi yang berguna bagi kehidupan manusia.

Kenapa Komputer bisa berpikir??

February 14th, 2009  Tagged ,

Menurut jawabanku dari pertanyaan itu adalah karena manusia seperti kita mencipkatan AI (Artificial Intelligence). Nah yang aku tahu ilmu ini akan dipelajari pada saar semester 6 lo di iSTTS,  tapi kalo menulis begini pasti kurang menarik. Googling sedikit ada artikel yang menarik…

Artificial Intelligence merupakan salah satu bagian ilmu komputer yang membuat agar mesin/komputer dapat melakukan pekerjaan seperti layaknya dan sebaik yang dilakukan oleh manusia. Teknologi Komputer diharapkan dapat diberdayakan untuk mengerjakan segala sesuatu seperti yang dapat dikerjakan oleh manusia. Manusia memiliki pengetahuan dan pengalaman dalam menyelesaikan masalah yang dihadapinya. Semakin banyak pengalaman dan pengetahuan manusia semakin cepat pula masalah itu dapat diselesaikan. Demikian juga tekonologi komputer akan dapat menyelesaikan masalah jika memiliki pengetahuan dan pengalaman seperti yang dimiliki oleh manusia. Artificial Intelligence merupakan salah satu solusi untuk menyelesaikan permasalahan teknologi informasi yang sekarang ini berkembang.

Terdapat dua bagian yang penting pada A.I untuk dapat belajar seperti layaknya manusia, yaitu :

  • Knowledge base (Basis pengetahuan)
    Basis pengetahuan yang berisi data; fakta-fakta, teori atau aturan-aturan yang diberikan dalam bentuk data (perangkat lunak) knowledge ini yang akan tersimpan terus, semakin banyak knowledge yang dimiliki semakin pintar komputer berpikir.
  • Inference engine (Mesin inferensi)
    Mesin inferensi adaah yang merangkai basis data untuk menjadi suatu kesimpulan, mesin inferensi ini yang akan mengambil basis pengetahuan yang digunakan untuk menyelesaikan masalah yang diberikan kepada komputer, data yang diambil dari basis pengetahuan ambil berdasarkan masalah yang dihadapi dan berbeda untuk setiap masalah yang dihadapinya, jika tidak menemukan data yang diinginkan komputer akan menyimpan masalah kedalam data.

AI tidak hanya dominan dibidang ilmu komputer saja, tetapi juga bidang ilmu yang lain. Misal Sistem Informasi Manajemen dan Sistem penunjang keputusan maupun yang lainnya seperti industri. Dalam menggunakan pengetahuannya Artificial Intelligence menggunakan 2 Teknik yang penting yaitu :

  • Metode untuk merepresentasikan dan menggunakan ‘knowledge’
  • Metode untuk pencarian/penelusuran secara ‘heuristic’, metode ini yang digunakan oleh mesin inferensi dalam merangkaikan knowledge dalam hal penyelesaian masalah, penyelesaian dilakukan denagn cara menelusuri basis pengetahuan yang mendekati fakta-fakta yang ada.

Perlunya penerapan Artificial Intelligence pada sistem komputer dikarenakan:

  • Teknologi tidak bisa menghasilkan teknologi yang lain, tetapi teknologi harus dibuat.
  • Teknologi bukannya terbatas untuk dibuat tetapi masih kurangnya ilmu pengetahuan yang mendukung.

Referensi :http://jurnal.bl.ac.id/wp-content/uploads/2007/01/BIT-v3-n1-artikel4-sept2007.pdf

Ilmu yang didapat ??

February 5th, 2009  Tagged ,

Dari Kuliah pertama mata kuliah Falsafah Ilmu Pengetahuan. setiap mahasiswa termasuk saya mendapat tugas agar mencari tujuan masuk kuliah dan ilmu apa yang dicari di perkuliahan.

karena saya bukan mahasiswa baru lagi maka, yang saya pikirkan adalah apa yang telah saya dapat dari mengikuti perkuliahan dari awal semester sampai dengan semester 8 ini. sekarang apa yang saya dapat dan yang paling berkesan?? adalah tentang kerjasama kelompok dalam proyek. wah-wah, selama ini yang paling banyak terpikirkan adalah sulitnya menggabungkan ide/pendapat, hasil kerjaan. rasanya setiap terdapat proyek perkuliahan selalu terasa sulit.

Yeah, sekarang mau lanjut lagi. Setelah sekian lama nggak buka halaman friendster. dan ternyata baru sadar kalo temenku peter udah kasih comment padahal tulisan ini masih aku lanjutin. Wah2  senangnya…

yup lanjut… Sekarang apa yang saya dapat, hmm… dari pengalaman saya tersebut. yang saya dapat adalah

  1. sedikit rasa kesuksesan(karena udah sampai semester 8).
  2. banyak rasa marah ke teman/kelompok kerja.
  3. lebih banyak rasa senang ke teman/kelompok kerja.
  4. senang punya pengalaman hidup seperti ini.

lalu apa donk ilmu yang didapat ?? Jawabnya banyak…

  1. ilmu dari kuliah.
  2. ilmu dari hubungan teman/persahabatan/kerja kelompok).
  3. semangat hidup.
  4. dan lainnya, hal-hal positif yang bahkan aku tidak tahu.